Rabu, Mei 21, 2014

Profesor yang Sederhana dan Bersahaja


Kebiasaan penulis setiap isya, selalu sholat di masjid al-ikhlas untuk mendengar merdunya lantungan bacaan ayat Al-qur'an oleh imam besar masjid. Namun, pada waktu itu aku tidak sempat sholat isya secara bejamaah karena datang di masjid terlambat dan semua jamaah masjid telah pulang ke rumahnya masing. Setiba aku sampai di masjid, saya melihat sang imam sedang duduk sambil becerita dan berdiskusi dengan seorang bapak yang berusia kira-kira 50-an tahun ke atas, menurut sang imam (namanya A.Rafiq ibnu Abu Bakar biasa ku panggil ust rafiq) bahwa lelaki tua tersebut penuh inspiratif dan humoris serta sangat tawadu dan ta'at kepada tuhannya.

Jumat, Mei 02, 2014

Mencontohi Ketegasan dan Kemuliaan Sa’ad Bin Muadz

Sa’ad bin Muadz adalah seorang sahabat dari bani Asyhal dari kalangan Anshar. Beliau masuk islam ketika dakwah diamanahkan kepada Mush’ab bin Umair untuk menyampaikan islam di Yastrib (Madinah). Ketika Mush’ab bin Umair tiba di Madinah, ia tinggal dirumahnya As’ad bin Zurarah (anak bibinya Sa’ad bin Muadz dari pihak ibu). Ini merupakan awal aktifitas dakwah yang terjadi di Yastrib pada saat itu.

http://3.bp.blogspot.com/-iHheIysR0c8/Tc9Ku_v-doI/AAAAAAAAACA/tRxDgLKYujY/s1600/mujahiddesert2ux0.jpgMasuk islamnya Sa’ad bin Muadz bermula ketika Usaid bin Hudhair masuk islam, padahal Usaid bin Hudhair adalah orang yang diamanahkan oleh Sa’ad agar mengusir orang yang menemani sepupunya yaitu Mush’ab bin Umair. Menurut Sa’ad bahwa kedatangannya membuat orang-orang dari bani Asyhal tambah bodoh, inilah yang membuat Sa’ad murka kepada utusan Rasulullah tersebut.