Kamis, Oktober 25, 2012

Berakhirnya Ikatan Janji Maulana Achmad El-Ghifary dan Nur Lailah Al-Qibtiyah

Oleh: Muh. Didi haryono (The Leader ICS)
September 2012. Maulana Achmad El-Ghifary menceritakan kisah berakhirnya proses perkenalan dengan seorang muslimah, Nur Lailah Al-Qibtiyah namanya. ‘Sedih dan menyesal, situasi yang pantas ku rasakan saat ini’. Sahut ‘Maulana Achmad’. Orang yang betul-betul ku cintai, telah meninggalkan ku karena dengan banyak alasan, salah satunya pernah ku tampar dahulu.

Jumat, Oktober 19, 2012

Infaq Abdurrahman bin Auf

Oleh: M. Didi Haryono (The Leader ICS)
Abdurrahman bin Auf ra. adalah sahabat awal yang masuk islam, beliau masuk islam karena dikontak dan diajak oleh sahabat Abu Bakar As-Sidiq ra. Beliau orangnya jujur, sukses mulia, dermawan dan memiliki banyak harta kekayaan. Beliau juga dipandang sebagai sahabat yang paling kaya diantara banyak sahabat lainnya dan harta yang dihasilakan dengan cara yang halal pula. Dengan kehalalan hartanya inilah membuat sahabat-sahabat lainnya tidak enggan untuk menerima pemberiannya, karena mereka yakin bahwa harta yang halal akan membawa banyak keberkahan. Hampir semua kekayaan Abdurrahman bin Auf  ra. yang sangat banyak, dia gunakan untuk membantu Rasulullah dalam menyebarluaskan islam denga dakwah dan Jihad.
Ketika Rasulullah SAW membutuhkan dana untuk berperang di Tabuk yang mahal dan sulit karena medannya jauh, apalagi situasi Madinah pada saat itu musim panas. Abdurrahman bin Auf  ra memoloporinya dengan menyumbang 200 uqiyah emas (1 uqiyah setara dengan 50 dinar) setara dengan 10.000 dinar (1 dinar setara 4,25 gram emas atau sekitar Rp 1.600.000) berarti setara denga 16 M. Melihat besar infaqnya Abdurrahman bin Auf, Umar bin Khatab berbisik kepada Rasulullah SAW “Sepertinya Abdurrahman berdosa kepada keluargannya karena tidak meninggalkan uang belanja sedikitpun untuk keluargannya”. Mendengar hal tersebut Rasulullah bertanya kepada Abdurrahman bin Auf “Apakah kamu meninggalkan uang belanja untuk istrimu? Dia menjawab “Iya, mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari apa yang saya sumbangkan” Rasulullah bertanya lagi “Berapa?” Jawabnya “sebanyak rizki, kebaikan dan pahala yang dijanjikan Allah”. Subhanallah...!
Suatu saat Rasulullah SAW bernah berpidato menyemangati kaum muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, saat itu Abdurrahman bin Auf separuh hartanya yang tersisa senilai 2000 Dinar. Atas infaq ini rasulullah mendo’akan khusus untuknya “semoga Allah SWT melimpahkan berkah-Nya kepadamu terhadap harta yang kamu berikan. Dan semoga Allah memberkat juga harta yang kamu tinggalkan untuk keluargamu”.
Keseluruhan harta Abdurrahman bin Auf adalah harta yang hallal, sehingga sahabat Usman bin Affan bersedia menerima wasiatnya ketika membagikan 400 dinar untuk semua veteran perang badar, sampai Usman berkata “harta Abdurrahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berberkah”.
Ketika beliau meninggal diusia 72 tahun beliau masih juga meninggalkan harta yang sangat banyak yaitu terdiri dari 1.000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3.000 ekor kambing dan masing-masing istrinya mendapatkan warisan 80.000 Dinar, artinya kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2.560.000 Dinar. Begitu tulus hati beliau atas ketaatannya pada Allah SWT sampai hampir semua harta dan kekayaannya diinfakan dijalan Allah tanpa ada keraguan sedikitpun. Oleh karena itu, apa yang dicontohkan oleh beliau menjadi pelajaran penting bagi pejuang islam dalam berinfaq dijalan Allah seberapapun kemampuan kita yang penting dengan ikhlas dan mengharapkan ridho dari Allah SWT. wallahu a’lam bi shawab

Rabu, Oktober 17, 2012

Penguasa Negeri ini Harus Segera Bertobat

Ada sebuah hadis yang penting untuk kita renungi bersama. Rasulullah saw bersabda, sebagaimana yang dituturkan oleh Abu Hurairah ra. bahwa  “akan datang tahun-tahun  penuh kedustaan yang menimpa manusia. Pada saat itu pendusta dipercaya, sedangkan orang jujur didustakan; amanat diberikan kepada pengkhianat, sementara orang jujur dikhianati. Pada saat itu, Ruwaybidhah turut bicara”. Lalu salah seorang sahabat bertanya kepada beliau “apakah Ruwaybidhah itu? Rasulullah saw menjawab “Orang-orang bodoh yang mengurusi  urusan perkara umum/rakyat”. (HR. Ibnu majah).
Dalam sabda Rasulullah saw. tampak bahwa kondisi buruk itu terjadi pada saat pemutarbalikan nilai dan fakta yang begitu dominan. Fakta sekarang menunjukan bahwa apa yang diprediksi oleh baginda nabi saat 14 abad yang lalu terbukti pada saat ini. Bagaimana kemudian hari ini yang benar dianggap salah, yang salah dianggap benar, jujur dianggap berdusta, yang berdusta dipercaya, pengkhianat diagung-agungkan. Ahmadiyah yang mengkhianati Allah dan Rasulullah saw (sesat dan menyesatkan) justru dibela dan dilindungi, sedangkan ormas Islam justru ingin dibubarkan. LSM yang pro-barat malah diberikan tempat yang luas, sementara ormas islam terus dicurigai. Legalisasi tempat perjinahan semakin menjadi-jadi sementara wanita anak bangsa dibiarkan mencari uang dari tempat haram itu. Pertanyaannya adalah sampai kapan negeri kita akan seperti ini terus? Ataukan sampai Allah mencabut kekuasaan yang kita miliki kemudian dengan kekuasaan itu Allah akan menghinakan kita? Maka dari itu saudaraku yang budiman, jika penguasa kita akan terus berdusta kepada rakyatnya maka tunggulah balasanya.
Negara tercinta kita ini akan menjadi lebih baik ketika islam yang kita imani sebagai dien yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an petunjuk bagi suluruh umat manusia diaplikasikan dalam kehidupan kita, baik individu, berkeluarga, bermasyarakat maupun bernegara, karena kita paham bahwa islam yang turunkan oleh Allah SWT mempunyai sistem atau aturan (syari’ah) yang harus kita terapkan sebagai konsekuesi keimanan kita umat islam, sebab islam bukan hanya mewajibakan kita untuk sholat, puasa, zakat, haji akan tetapi masih banyak yang wajib diterapkan oleh negara misalnya hudud, ta’zir, kital, jihal dan hal-hal yang berkaitan dengan syari’ah lainnya.  Tetapi, sampai hari ini negeri tercinta kita ini justru menerapkan Kapitalisme Liberal yang dijadikan sistem kehidupan masyarakat indonesia, sementara syari’at Islam dibaikan. Padahal syari’ah islam lebih rasional diterapkan daripada kapitalisme sekuler yang mengabaikan keadilan dan kesejahteraan. Oleh karena itu, negara ini harus kembali ke jalan yang benar yaitu jalan yang diridhoi oleh Allah Swt agar negeri kita ini menjadi negeri yang baldatun thoibatun wa rrabun ghafur. Tinggalkanlah sistem Kapitalisme Liberal saatnya syari’ah islam yang harus diadopsi. Wallahu a’lam.

Selasa, Oktober 16, 2012

ANGKA 0 (NOL) DAN AL-KHAWARIZMI

Oleh: M. Didi Haryono (The Leader ICS)

Angka nol yang disimbolkan dengan “0” merupakan salah penemuan yang sangat berpengaruh dan terpenting pada perkembangan ilmu matematika dunia modern. Angka nol atau zero dalam bahasa Inggris berasal dari dari kata arab yaitu sifr ditemukan oleh Al-Khawarizmi dalam bukunya yang berjudul Kitab Al-Jabr wa Al-Muqabilah (buku tentang  integrasi dan persamaan) yang diterjemahkan ke dalam Latin dengan judul Algoritmi de Numero Indorum. Bukunya tersebut juga berisi pengembangannya pada rumus-rumus persamaan yang sangat sederhana yang pada era modern kita temukan dalam aritmatika, persamaan linear dan kuadrat yang akan kita temukan dalam aljabar, serta kalkulasi integral kita temukan dalam kalkulus.
Dari buku tersebutlah muncul istilah “algoritma” yang semula adalah kesalahan penerjemahannya ketika menyangka nama penulisnya adalah bagian dari buku tersebut. Kini istilah algoritma adalah istilah yang paling lazim dalam setiap programan komputer. Penemuan angka nol oleh Al-Khawarizmi sangat perpengaruh dengan pengembangkan teknologi informasi yang dikenal angka biner yaitu 0 dan 1, nol yang diidentikan dengan off dan satu diidentikan dengan on.
Penemuan angka 0 sampai 9 pada awalnya dikembangkan oleh beliau dari angka Hindu India. Konon, pada pedagang India kemuadian membawanya ke Bagdad. Namun, di India angka ini tidak populer dalam perhitungan sehari-hari, karena merupakan priviles para pendeta Hindu dalam komunikasi antara mereka. Angka tersebut lalu dianalisis dan disebarluaskan melalui bukunya Kalkulasi dengan Angka-Angka Hindu. Melalui buku ini, angka tersebut tersebar ke seluruh dunia Islam lalu ke Eropa dan dikenal sebagai angka-angka Arab. Selain itu, beliau juga membuat perbaikan dengan memperkenalkan notasi pecahan sebagai angka-angka desimal dibelakang koma.
Sehingga, pada abad modern aritmatika, aljabar, dan algoritma dikenal sebagai berikut:
-       Aritmatika berkaitan dengan persamaan angka-angka yang sangat sederhana, misalkan 2 + 3 = 5, 3 + 3 = 6, dan seterusnya.
-       Aljabar berhubungan dengan persamaan yang menggunakan notasi simbol-simbol tertentu seperti x, y, z, misalakan 2x + 2 = 6 yang merupakan persamaan linear, termasuk juga yang menggunakan nilai-nilai kuadrat seperti x2 + 3x + 2 = 10.
-       Algoritma yang di ambil dari nama beliau sendiri merupakan sebuah set jalur atau prosedur sebagaimana dalam flow chart, yang harus diikuti untuk dapat menilai keputusan dalam menyelesaikan masalah-masalah tertentu. Sistem ini sebagaimana digunakan dalam pembuatan program komputer.
Karya-karya Al-Khawarizmi kemudian banyak dipelajari oleh ilmuwan awal Eropa menjelang masa Renaisance, di antaranya Fibonacci yang menemukan salah satu deret yang dikenal dengan deret Fibonacci yaitu 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, dan seterusnya, kemudian Gerard dari Cremona, dan Adelard dari Bath Inggris. Melalui kajian tersebut sistem bilangan matematika modern dan lebih simpel mulai menyebar ke seluruh daratan Eropa menggantikan angka-angka Romawi yang sebelumnya digunakan. Berkat buku-buku tersebut, para pedagang Italia sudah menggunakan angka-angka desimal sebagaimana digunakan sekarang sejak abad keempat belas.[1]
Sekitar tahun 300 SM orang Babilonia telah memulai penggunaan dua buah garis yang berbentuk miring (//) untuk menunjukkan sebuah tempat kosong, sebuah kolom kosong pada Abakus. Simbol ini memudahkan seseorang untuk menentukan letak sebuah symbol. Angka nol sangat berguna dan merupakan simbol yang menggambarkan sebuah tempat kosong dalam Abakus, sebuah kolom dengan batu-batu yang ditempatkan di dasar. Kegunaannya hanya untuk memastikan bahwa butiran-butiran tersebut berada di tempat yang tepat, angka nol tidak memiliki nilai numerik tersendiri.
Ada sebagian ilmuan berpendapat bahwa pada komputer nol ini dapat merusak sistem, karena nol diartikan tidak ada. Berapapun bilangan dikalikan dengan nol hasilnya tidak ada. Nah inilah yang membuat bingung dalam operasi perhitungan. Sebagai contoh: setiap yang dikalikan dengan nol pasti hasilnya nol. Walaupun demikian sebenarnya nol itu hebat, jika tidak ditemukan angka nol tulisan satu juta dalam bilangan romawi ditulis apa?? Bisa-bisa selembar kertas tidak sampai untuk hanya memberikan symbol satu juta itu. Bisa dibayangkan jika nol tidak ada. Banyak kekuatan yang terkandung dalam angka ini.  
Nol adalah perangkat paling penting dalam matematika. Namun berkat sifat matematis dan filosofis yang aneh pada angka nol, ia akan berbenturan dengan filsafat barat. Angka nol berbenturan dengan salah satu prinsip utama filsafat barat, sebuah dictum yang akar-akarnya terhujam dalam filsafat angka Phythagoras dan nilai pentingnya tumbuh dari paradoks Zeno. seluruh cosmos Yunani didirikan di atas pilar yang tidak ada kekosongan. Kosmos Yunani yang ditemukan oleh Phytagoras, Aristoteles dan Ptolemeus masih lama bertahan setelah keruntuhan peradaban Yunani. Dalam kosmos ini tak ada ketiadaaan. Oleh karena itu, hampir sepanjang dua millenium orang-orang barat tak bersedia menerima angka nol. Konsekuensinya sungguh menakutkan. Ketiadaan angka nol menghambat perkembangan matematika, menghalangi inovasi sains dan yang lebih berbahaya, mengacaukan sistem penanggalan





[1] Eko Laksono, Imperium III: Zaman Kebangkitan Besar, Edisi Revisi (Jakarta Selatan: Hikmah, 2010), hlm.102

Selasa, Oktober 09, 2012

Kebenaran Hanya dengan Islam

Oleh: M. Didi Haryono (The Leader ICS)

Jika kita melihat populasi jumlah penduduk di dunia hampir separuhnya adalah umat islam jumlahnya sekitar 1,6 miliar. Negara-negara didunia umat islam mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, hampir semua negara didunia didalamnya ada umat islam. Kita pasti tahu, keberadaan umat islam di Timur Tengah, Asia Tengah, Asia Selatan, Afrika Utara, dan Nusantara (Malaisya, Brunai dan Indonesia) jelas umat islam mayoritas, tetapi jika kita melihat umat islam di Amerika, Eropa, dan Australia umat islam minoritas. Meskipun mereka minoritas, tetap kita bisa katakan bahwa di sana ada yang memeluk agama islam. Bahwa data mencatat bahwa jumlah umat islam di Eropa meningkat dari tahun ke tahun pertumbuhannya lebih dari 200% baik berdasarkan angka kelahiran maupun umat nonmuslim masuk agama islam atau dikenal dengan istilah mu’alaf, tidak jauh beda juga yang terjadi di Amerika dan Australia meskipun dengan data yang berbeda. Ini menandakan bahwa semakin hari masyarakat dunia meyakini bahwa ada sesuatu yang khas dalam ajaran islam, sehingga memotifasi kesadarakan mereka agar menuntun kejalan yang benar yaitu islam. Nah, inilah yang akan dibahas dalam tulisan ini.
Islam berasal dari bahasa Arab yaitu aslama yang berarti keselamatan, sehingga islam juga bisa diartikan sebagai agama yang mengantarkan manusia kepada keselamatan dari dunia hingga akhirat (last after). Jika diartikan secara syar’i islam berarti agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Muhammad saw melalui malaikat jibril untuk mengatur hubungan manusia dengan Khaliqnya, manusia dengan sesamanya, dan manusia dengan dirinya sendiri agar kemudian dengan aturan tersebut manusia lebih dicintai oleh Khaliknya dan sesamannya.
Islam adalah ajaran yang kompleks dan totalitas, yang mengajarkan manusia dari aturan yang sangat kecil dari aturan atau cara masuk WC (water close) hingga pada aturan tatanan struktur kepemerintahan islam atau kemudian kita kenal dengan sistem Khilafah Islamiyah atau Daulah Islamiyah. Namun, sampai saat ini hanya sedikit orang yang manpu memahami struktur kepemerintahan islam tersebut yaitu ulama-ulama yang mukhlis saja yang paham tentang perkara tersebut tanpa terlena dengan harta dunia yang sementara.
Kompleksifitas dan totalitas islam itulah salah satu yang membuat orang-orang yang mencari kebenaran tertarik untuk mengkaji dan mempelajari ajaran islam dari pokok ajarannya sampai pada cabang-cabang membahasannya beserta implentasi atau aplikasi ajaran islam tersebut, misalkan sholat tidak hanya sekedar ditahu baca’annya saja tetapi harus sampai pada praktek gerakan sholat, serta makna sholat juga harus dipahami sebagai pencegahan dari perbuatan keji dan mungkar. Artinya dengan melakukan ibadah tersebut kita bisa memahami bahwa ketundukan kita pada sang khaliq sebagai implementasi dari ibadah tersebut harus betul-betul menyadari bahwa kita sebagai manusia penuh dengan kelemahan dan keterbatasan. Oleh karena itu, manusia tidak boleh angkuh, sombong, iri, merasa dirinya yang paling benar, karena sifat tersebut merupakan sifat tercela dan dibenci oleh Allah yang harus dijauhkan dari kehidupan sehari-hari.
Jikalau kita mengkaji islam lebih mendalam akan kita temukan bahwa islam tersebut sangat proporsional memahamkan manusia agar betul-betul bisa menggunakan akalnya dalam mengkaji dan memahami alam semesta, manusia dan kehidupan sebagai bagian dari penciptaan Allah. Itu sebabnya kenapa banyak ayat dalam Al-qur’an mengajarkan manusia untuk menggunakan akalnya dalam memahami persoalan yang ada, ini merupakan implementasi dari dalil aqli’ yang dipahami oleh umat islam.
Al-Qur’an telah memotivasi kepada semua manusia untuk senantiasa memahami, berpikir, mengkaji dan meneliti sesuatu yang terjadi di alam semesta sehingga dapat memberikan manfaat kepada semuannya dalam  rangka  mengabdi kepada tuhannya. Sebagaimana Allah berfirman dalam beberapa ayat berikut:
$tBur äo4quysø9$# !$uŠ÷R$!$# žwÎ) Ò=Ïès9 ×qôgs9ur ( â#¤$#s9ur äotÅzFy$# ׎öyz tûïÏ%©#Ïj9 tbqà)­Gtƒ 3 Ÿxsùr& tbqè=É)÷ès? ÇÌËÈ
Artinya: Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka Tidakkah kamu memahaminya? (QS. Al-An’am  6 : 32)
`tBur çnöÏdJyèœR çmó¡Åe6uZçR Îû È,ù=sƒø:$# ( Ÿxsùr& tbqè=É)÷ètƒ ÇÏÑÈ
Artinya: Dan barangsiapa yang kami panjangkan umurnya niscaya kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan? (QS. Yasin 36: 68)
þÎûur ö/ä3Å¡àÿRr& 4 Ÿxsùr& tbrçŽÅÇö7è? ÇËÊÈ
Artinya: Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (QS. Adz-Dzariyaat 51: 21)
óOÎgƒÎŽã\y $uZÏF»tƒ#uä Îû É-$sùFy$# þÎûur öNÍkŦàÿRr& 4Ó®Lym tû¨üt7oKtƒ öNßgs9 çm¯Rr& ,ptø:$# 3 öNs9urr& É#õ3tƒ y7În/tÎ/ ¼çm¯Rr& 4n?tã Èe@ä. &äóÓx« îÍky­ ÇÎÌÈ
Artinya: Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?  (QS. Fusilat 41: 53)
Ayat-ayat tersebut telah memotivasi semua manusia untuk senantiasa menggunakan akalnya dalam menemukan hal-hal yang baru, baik yang berkaitan dengan motivasi untuk bertambah kuatnya keimanan mereka kepada sang khaliq maupun dalam penelitian (research) mereka terutama berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semuannya terinspirasi dalam islam sebagaimana tercantum dalam Al-qur’an. Jika kita melihat kemajuan peradaban manusia abad ke-21 ini, peradaban islamlah yang pertama kali meletakan dasar ilmu pengetahuan dan teknologi yang menggunakan kaidah-kaidah logis, sistematis dan eksperimental. Kemajuan peradaban manusia masa kini sangat ditentukan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemajuan tersebut tidak berhenti sampai disitu saja tetapi berlanjut sampai pada penemuan industri baru yang memproduksi seluruh kebutuhan manusia. Perkembangan tersebut sangat tergantung dari kesungguhan manusia dalam menemukan hal-hal yang baru dengan segala tantangan dan rintangan yang telah dihadapinya.
Selain dalil aqli’ Allah memberikan gambaran kepada umat manusia untuk menggunakan dalil naqli’ yaitu argumen atau dalil yang bersumber dari Al-quran yang menjelaskan ketidakmanpuan dan keterbatasan akal untuk memahami persoalan diluar dari batasan akal yang dimiliki oleh manusia. Misalkan memahami persoalan yang gaib (tidak bisa diraba secara faktual), perkara ini tidak mungkin diyakini hanya berdasarkan dalil aqli’ saja tetapi harus didasarkan pada informasi dalil naqli’.
Doktrin islam sangat rasional (masuk akal), tidak ada ajaran islam yang kita ragukan dalam memahami perkara yang ada yang telah dijelaskan dari sumbernya (Al-Qur’an). Misalkan dalam memahami siapakah tuhan manusia yang telah menciptakan kompleksifitas alam semesta, manusia dan kehidupan. Sebagai pandangan awal kita apakah mungkin tuhan manusia adalah benda mati, batu-batuan, pohon besar (berkeramat), patung ataukah manusia itu sendiri? Bagaimana mungkin sesuatu yang tidak bisa bergerak menciptakan yang bergerak, atau apakah mungkin manusia menciptakan manusia juga? Jawabannya tidak masuk akal, karena yang dipahami oleh akal bahwa tuhan yang menciptakan manusia, alam semesta dan kehidupan itu adalah berbeda dengan benda mati dan manusia itu sendiri. Oleh karena itu Al-Quraan menjelaskan masalah ketuhanan jelas dalam QS-Al-Ikhlas 1-4:
ö@è% uqèd ª!$# îymr& ÇÊÈ ª!$# ßyJ¢Á9$# Ns9ÇËÈö ô$Î#tƒ öNs9ur ôs9qムÇÌÈ öNs9ur `ä3tƒ ¼ã&©! #·qàÿà2 7ymr& ÇÍÈ Artinya. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."
Apa yang dijelaskan dalam surat Al-Ikhlas tersebut tergambarkan bahwa tuhan yang disembah adalah satu-satunya (esa), tidak boleh berbeda antara satu dengan yang lainnya dan tuhan itu tidak punya anak atau diperanakan. Hanya kepada-Nya sajalah tempat manusia meminta, bergantung dan memohon sesuatu karena kita memahami pada satu-satunya tuhan dan tidak ada yang setara dengan Dia. Maka tuhan manusia harus bersifat absolut (mutlak) adanya.
Pemahaman awal inilah yang memotifasi manusia untuk untuk senantiasa mengkaji ajaran agama yang benar dan rasional, agar dengan kebenaran itu manusia bisa hidup damai dalam meraih kemuliaannya. Kebenaran islam bisa dibuktikan dengan dalil aqli’ dan dalil naqli’ dalam mengkaji apa yang diajarkan oleh islam. Islam adalah agama yang benar, dan satu-satunya agama yang diridhoi oleh Allah sebagaimana firman-Nya:
¨bÎ) šúïÏe$!$# yYÏã «!$# ÞO»n=óM}$# 3
Artinya: sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. (QS. Ali-Imran:19)
Logika terbaliknya, jika ada agama yang diridhoi oleh Allah maka ada agama yang tidak diridhoi oleh Allah, itu artinya bahwa agama islam adalah satu-satunya agama yang semua ibadah dan amalnya diterima oleh Allah sebagai tuhan manusia dan semua ibadah dan amal diluar dari agama islam ditolak atau tidak diterima oleh Allah. Oleh karena itu, larangan keras manusia beragama selain islam. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:
`tBur Æ÷tGö;tƒ uŽöxî ÄN»n=óM}$# $YYƒÏŠ `n=sù Ÿ@t6ø)ムçm÷YÏB uqèdur Îû ÍotÅzFy$# z`ÏB z`ƒÌÅ¡»yø9$# ÇÑÎÈ
Artinya: Barangsiapa mencari agama selain islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali-Imran: 85).
Ketegasan Allah sebagaimana ditegaskan dalam ayat di atas, menandakan bahwa perkara jalan/cara (agama) dan tuhan merupakan perkara yang penting untuk sampai kepada Allah. Cara yang dijelaskan oleh tuhan itulah cara terbaik dan cara yang benar untuk mendapatkan ridho dan ampunan-Nya. Jika kita tidak mengikuti cara yang telah jelaskan oleh Allah maka manusia akan menuai jalan buntu dan kehilangan arah untuk mencapai tujuan dalam meraih diridhoi oleh Allah yaitu surga.
Islam adalah agama yang sempurna, agama yang meluruskan agama-agama terdahulu. Karena dengan islam mereka manpu menemukan kebenaran tauhid yang sesungguhnya. Kesempurnaan islam tersebut telah digambarkan oleh Allah dalam QS. Al-Ma’idah: 3 yaitu:
t4 tPöquø9$# àMù=yJø.r& öNä3s9 öNä3oYƒÏŠ àMôJoÿøCr&ur öNä3øn=tæ ÓÉLyJ÷èÏR àMŠÅÊuur ãNä3s9 zN»n=óM}$# $YYƒÏŠ 4 Ç`yJsù §äÜôÊ$# Îû >p|ÁuKøƒxC uŽöxî 7#ÏR$yftGãB 5OøO\b}   ¨bÎ*sù ©!$# Öqàÿxî ÒOÏm§ ÇÌÈ
Artinya: Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa. Karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Berdasarkan penjelaskan di atas, maka pantas penulis katakan bahwa kebenaran hanyalah dengan islam tidak ada yang lain. Jika ingin menemukan kebenaran maka pelajarilah islam, niscaya engkau akan menjadi orang-orang yang bahagia didunia hingga surga.
Wallahu a’lam bi shawab.